SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna ( President The Sukarno Center ) Didampingi Oleh Enong Ismail ( Ketua Dewan Kurator TSC ) Bersama Penjabat Walikota Jayapura dan Para Penerima Sertifikat Sukarno List  

PERAYAAN HARI JADI THE SUKARNO CENTER KE – 8 DI JAYAPURA PAPUA

Selama ini banyak tokoh yang mengaku sebagai pecinta Bung Karno, tapi tidak bisa berbuat banyak untuk melestarikan ajaran – ajaran Marhaenisme secara nyata dan dari sisi pendekatan akademis. Sosok Bung Karno selama ini dimanfaatkan sebagai simbol hanya menjelang Pilkada atau Pemilu. Namun tidak begitu halnya dengan sosok pemuda usia 36 tahun yakni Dr. Arya Wedakarna yang kini tengah menjadi perbincangan di tingkat nasional karena sikap konsistennya dalam membangun simbol – simbol Bung Karno di tanah air. Melalui lembaga The Sukarno Center yang ia dirikan bersama putri Bung Karno,  Sukmawati Sukarno Putri, ia membawa nama Bali kembali dikenal dalam hal pengetahuan sejarah bangsa. Salah satu buktinya terekam dalam penyelengaraan acara Hari Jadi Ke – 8 The Sukarno Center Tampaksiring yang diadakan di Kota Jayapura Provinsi Papua. “ Dari Indonesia ini jarang ada anak muda yang konsisten. Banyak orang ketika ia berkuasa, maka ia lupa akan program idealismenya. Tapi kerja Dr. Arya Wedakarna ini sungguh berbeda, ia bisa mendirikan 4 Museum Bung Karno di Bali diusia muda termasuk The Sukarno Center di Tampaksiring, dizaman sulit ia penggagas acara Bulan Bung Karno yang kini sudah mulai diikuti oleh partai partai besar, ia juga mendirikan patung Bung Karno pertama di Gianyar dan menggagas nama Jalan Dr. Ir. Sukarno di Pejeng – Tampaksiring sepanjang 8,5 Km yang kini jejaknya ditiru  oleh Bupati – Bupati di Bali serta ia juga konsisten berbicara ajaran Bung Karno saat berpidato dimanapun dan  tanpa rasa takut menyampaikan ideologi PNI, Trisakti dan Marhaenisme dikhalayak umum. Ini yang membuat Wedakarna berbeda.”ungkap Enong Ismail ( Ketua Dewan Kurator The Sukarno Center ). “ Banyak orang di Indonesia hanya memanfaatkan foto Bung Karno dan menjual namanya saat kampanye atau sekedar memampang foto Bung Karno di Baliho partai. Tapi ada seorang anak muda Bali yang menjadi teladan dari pergerakan revolusioner Bung Karno seperti sosok Wedakarna dan seluruh Indonesia mengenal dirinya sebagai sosok Sukarnois sejati. Ini pencapaian luar biasa. “ ungkap Enong Ismail yang juga kerabat dari Mantan Wapres RI Tri Sutrisno. Ia juga mengapresiasi bahwa setiap tahun, The Sukarno Center bisa membuat acara diprovinsi berbeda – beda. “ Aceh, Riau, Yogyakarta, Manado, Solo, Palu,  Surabaya, Bandung, Palangkaraya dan kini Jayapura menjadi saksi kehebatan dari lembaga ini. Ini bukti, ide – ide kebangsaan dari Bali bisa menasional. Sulit sekali menemukan organisasi yang konsisten berprogram. Ini membanggakan.” ungkap Enong Ismail. Dalam kesempatan itu, Dr. Arya Wedakarna meresmikan sejumlah situs Bung Karno di Papua yang akan menjadi bagian dari ensiklopedi Bung Karno di tahun 2020 yakni Bandar Udara Frans Kaisepo ( Biak ), Monumen Trikora Johanes Abraham Dimara, Kapal Perang Korvet TNI Silas Papare B86, Monumen Silas Papare ( Laut Serui ), STISIPOL Silas Papare ( Jayapura ), Jalan Raya Silas Papare ( Kota Nabire ), Simbol Marthen Indey ( Doromena ), Tugu Mac-Arthur, Penjara Boven Digul ( Pembuangan Sultan Syahrir dan Tokoh PNI ), Museum Loka Budaya ( Diresmikan IB Mantra yang merupakan Doktor Hindu pertama yang dikuliahkan Bung Karno ke India ) dan Gunung Puncak Jaya ( Puncak Sukarno ). “ 11 Simbol Trisakti ini akan menjadi bagian dari Ensiklopedi Bung Karno yang akan diterjemahkan ke 5 bahasa PBB dan akan menjadi rujukan untuk sejarah Bapak Bangsa kita. Bali juga terhubung dengan Papua ketika ( swargi ) Shri Wedastera Suyasa memimpin gerakan muda di Makasar dalam perebutan Irian Barat, sampai Bung Karno memberikan apresiasi tertulis pada Wedastera melalui surat resmi.  Ini menyemangatkan, bahwa tahun 2017 kita akan  resmikan di 10 Provinsi lagi sehingga target 2020 tuntas akan tercapai. Mohon doa restu dari rakyat.”ungkap Dr. Arya Wedakarna (AWK) yang juga Senator DPD RI ini. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *