PARLEMEN  –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menerima Oesman Sapta ( Ketua DPD RI ) di Istana Mancawarna Tampaksiring

TERPILIHNYA KETUA DPD RI BARU BANGKITKAN OPTIMISME AMANDEMEN

Dalam konsep kepemimpinan Hindu, dikenal sebuah ajaran bahwa perlu ada proses “praline” dalam mencari pemimpin baru, proses praline ini dimaksudnya untuk melebur kekuatan adharma dalam memunculkan era baru kepemimpinan. Hal ini pernah terjadi saat zaman Mahabarata, bahwa saat Hastinapura dikuasai oleh para Kurawa, yang dilakukan oleh Panca Pandawa adalah mempreline Hastinapura, dan membuat Indra Prasta sebagai sebuah wadah politik yang baru, sebelum akhirnya kembali menata Hastinapura setelah Kurawa yang mewakili kebatilan dikalahkan. Di Indonesia, hal ini pernah dicontohkan sejarah saat praline terjadi pada tahun 1998 saat adanya era reformasi, yang mana kekuatan dharma menumbangkan kekuatan orde baru yang fasis dan otoriter untuk melahirkan kondisi bangsa yang reformis seperti saat ini. Di Bali pun pernah terjadi perang puputan disejumlah titik yang merupakan praline kecil dalam memunculkan Bali yang bermartabat. Analogi itu digunakan oleh Senator DPD RI termuda asal Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terkait dengan dinamika yang terjadi ditubuh lembaga negara DPD RI terkait dengan kepemimpinan baru. “ Secara pribadi dan atas nama rakyat Bali saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Oesman Sapta, Bapak Nono Sampono dan Ibu Prof Darmayanti Lubis sebagai Pimpinan DPD RI periode 2017 – 2019. Melalui proses yang sangat dinamis, dan menjadi sorotan masyarakat. Tapi saya yakin itu proses pendewasaan politik dan memang kebenaran harus ditegakkan. Saya kira hikmah dari itihasa Mahabarata sangat kental terasa dalam dinamika DPD RI ini. Bali mendukung perubahan tersebut. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memberikan sejumlah alasan kenapa Bali patut mendukug perubahan pimpinan DPD RI ini. “ Saya rasa dengan tiga orang DPD RI Bali lainnya, yakni Cok Rat, Gede Pasek dan Kadek Arimbawa sedari awal memang mendukung perubahan 2,5 tahun pimpinan DPD RI ini. Kita mendukung karena berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku.  Karena kita melihat bahwa DPD RI ini kurang gebrakan dan juga kurang maksimal dalam berhadapan dengan DPR dan Pemerintah Pusat. Selain itu banyak hal – hal teknis pelayanan administrasi baik dialat kelengkapan, dan juga perjuangan legislasi kita (Prolegnas) yang dianggap sebelah mata. Dan DPD RI butuh pemimpin yang bisa menggebrak, pemimpin yang suaranya didengarkan oleh Presiden RI serta lembaga tinggi negara lainnya seperti DPR RI dan MPR RI. Dan saya pastikan bahwa sosok Oesman Sapta cocok menjadi Ketua DPD RI. Beliau adalah pendukung dari Presiden Joko Widodo, dan posisi tawar DPD RI pasti akan tambah tinggi. Ini harapan kami. Dulu beliau berjuang dipemilihan Pimpinan 2014 tapi  kalah dan hanya menjadi Wakil Ketua MPR RI, dan sekarang alam sendiri yang memberikan kemenangan pada beliau. Kami turut berbahagia.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyatakan salut atas dukungan Mahkamah Agung ( MA ) yang sudah bersedia melantik pimpinan baru DPD RI ditengah gejolak yang ada. “ Saya sendiri sebagai bagian dari anggota Panitia Musyawarah ( Panmus ) mengamati proses ini sejak awal dan kita tentu punya sikap. Dan apa yang menjadi perjuangan lembaga negara melalui tatib baru adalah hak lembaga secara UU. Tapi disatu sisi kita hormati keputusan Mahkamah Agung ( MA ) dan kita yakini bahwa DPD RI yang baru ini akan lebih berwibawa. Kita langsung kerja dan kita buktikan dengan prestasi. Cukup banyak agenda kita yang harus kita jalankan. Saya minta doa rakyat Bali agar DPD RI semakin kuat sebagai wakil daerah.” ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *