MARHAENIS – Sukmawati Sukarno ( Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme ) Besama Dr. Arya Wedakarna ( Presiden The Sukarno Center ) dan Pengurus The Sukarno Center Di Istana Kepresidenan Tampaksiring

PETINGGI THE SUKARNO CENTER BERKUMPUL DI ISTANA TAMPAKSIRING

Sukmawati Sukarno Putri ( Putri Bung Karno ) memberikan dukungan kepada pemerintah Joko Widodo agar lebih tegas dalam menghadapi tekanan dan gerakan radikalisme dan isu SARA yang kini marak di Indonesia, hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan NKRI dimasa depan. Demikian diungikap Sukmawati Sukarno saat mengumpulkan petinggi The Sukarno Center di Istana Kepresidenan RI di Tampaksiring Gianyar Bali. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa gerakan –  gerakan inskonstitusional di Indonesia harus dihadapi serius oleh pemerintah, khususnya melalui alat negara yakni TNI dan Polri. “Gerbong PNI Marhaenisme adalah pendukung Presiden Joko Widodo. Kita ingin beliau menyelesaikan tugasnya dengan paripurna sampai tahun 2019. Di Ibu Kota Jakarta bersliweran berita – berita  yang dihembuskan pihak anti Pancasila terkait dengan eksistensi pemerintah saat ini. Saya nyatakan bahwa stabilitas pemerintahan itu mutlak, karena menyangkut hajat hidup orang banyak di Indonesia. “ungkap Sukmawati Sukarno yang Pembina The Sukarno Center. Selain itu, ia juga menyoroti tantangan Presiden Joko Widodo dalam membangun kualitas sistem negara yang solid dan tidak melulu soal Pemilu. “Ini kebiasaan jelek di Indonesia. Pemilu 2019 masih jauh, tapi semua sudah kusak kusuk tentang bagaimana merebut kekuasaan. Ini akan menghabiskan energi yang tidak sedikit. Selama semua proses politik dijalankan dengan baik, maka itu tidak masalah. Tapi jika inskontitusional, maka akan berhadapan dengan hukum. Ibaratnya jika ingin jadi Presiden, ya silahkan saja berlaga di 2019 dengan  fair, pilih partai yang sehati dengan rakyat. Tapi  jangan sekali – kali menurunkan pemerintahan ditengah jalan. Kita sangat bersyukur, di Indonesia ini semua proses transisi pemerintahan berjalan aman dan damai sepanjang reformasi. Saya minta mari kita dukung pemerintahan yang sah.”ungkap Sukmawati Sukarno. Terkait dengan adanya ide negara agama ( khalifah ) yang digagas oleh sekelompok  ormas, ia meminta kepada semua pihak agar menghormati kedaulatan Pancasila danNKRI sesuai dengan konsensus founding father. ”Di Bali ada sosok pejuang yakni Mr. Gusti Ketut Pudja yang kini menjadi pahlawan nasional. Dalam catatan kami kaum Sukarnois, beliau Mr. Pudja bersama Bung Karno berjuang agar negara ini menjadi NKRI dan bukan negara Islam. Beliau menolak Piagam Jakarta dengan syariat  Islam dan NKRI adalah negara Pancasila. Jadi jika saat ini ada kaum sontoloyo  yang mau mendirikan negara agama, maka mereka adalah kaum keblinger, kaum anti Pancasilais dan patut diwaspadai. Dan saya kira peran Bali sangat strategis untuk menjaga api Pancasila. Dan PNI Marhaenisme juga The Sukarno Center dan The Marhaenisme Institute punya tugas agar Indonesia ini tetap terjaga. Siapapun minoritas di Indonesia baik orang Hindu, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu, berhak untuk menjadi pemimpin bangsa.”ungkap Sukmawati Sukarno.(humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *