SATYAGRAHA  –  Senator RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Para Pedagang Sukawati Saat Audensi di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar 

DPD RI MINTA PEMBANGUNAN DIMULAI PADA TAHUN 2017

Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan keprihatinannya atas kinerja Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Kota Denpasar terkait dengan penundaan revitalisasi Pasar Seni Sukawati Gianyar dan juga pembangunan Pasar Badung di Denpasar yang molor dari jadwal semula. Menurutnya, penundaan pembangunan dua pasar ikonik di Bali ini akan berdampak pada mandegnya ekonomi orang Bali. Ini disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna yang membidangi Komite III Bidang Ekonomi Kreatif dan Kesejahteraan Rakyat ( Kesra ). “ Khusus Pasar Sukawati, saat Menteri Perdagangan dijabat Rachmat Gobel, kan saya sudah undang pak Menteri ke Bali dan diterima oleh Bupati Gianyar. Dari pengajuan sekitar Rp 78 Milyar, disetujui pusat sekitar Rp 60 Milyar. Dan ketika Menteri berganti ke Thomas Lembong, kami dari Senayan juga sudah mengawal anggaran agar tetap dianggarkan pada tahun 2016. Karena persaingan di Jakarta, ada 517 Kabupaten di Indonesia yang minta perhatian pada pusat. Dan sayang sekali, ditahun 2016 Revitalisasi Pasar Sukawati ditunda, dan sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya kasihan dengan Pedagang Sukawati yang sudah  bolak balik menghadap, sudah dijanjikan tempat baru, tapi tetap tidak jadi. Sekarang jangan salahkan jika Bali sulit menerima dana dari pusat karena sudah ada tindakan wanprestasi dari pemerintah di Gianyar yang gagal memulai proyek 2016. Saya sangat menyesalkan sekali. “ungkap Gusti Wedakarna. Termasuk pembangunan Pasar Badung yang terbakar yang sampai hari ini juga belum terealisasi. “ Terkait pasar Badung, saya sudah pernah berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar pasca kebakaran terjadi, bahwa kami di DPD RI siap untuk mendorong dan mengawal program Bali termasuk pasar Badung. Tapi tetap harus diingat, bahwa sekeras apapun wakil rakyat mengawal, tanpa inisiatif dari Pemkot Denpasar tetap saja percuma. Jadi saya minta agar Walikota Denpasar segera merealisasikan hal tersebut. Apalagi kita punya Menteri asal Bali yang mantan Walikota, jadi tidak ada yang sulit sebenarnya. Saya hanya ingin agar para pedagang, kaum marhaen ini bisa berjualan kembali. Pasar adalah urat nadi perekonomian sebuah negara. Pasar darurat di lahan ex-Tiara Grosir ini belum layak dan banyak masalah didalamnya. Saya minta agar Pemkot Denpasar agar segera memulai proses di 2017 ini. Di Senayan ada 9 orang DPR RI dan 4 orang DPD RI, dan kita sangat kompak mendukung pembangunan Bali. Semua wakil rakyat Bali di Senayan adalah orang – orang berpengaruh direpublik ini, jadi manfaatkan akses kami. Tapi kami tidak bisa berbuat apa – apa jika pemimpin di Bali tidak serius. Rakyat harus tahu, bahwa Presiden  Jokowi sangat perhatian dengan Bali, tapi sayang ritme kerja pemerintah daerah sangat lambat.”ujarnya Wedakarna dengan raut kesal. Walau sudah dikecewakan oleh pemerintah daerah,  tapi Senator Wedakarna memastikan bahwa dirinya akan tetap bersemangat mengawal aspirasi Bali. “ Rakyat akan menilai kepemimpinan Gianyar dan Denpasar dalam menuntaskan masalah Pasar ini. Jangan coba – coba ingin jadi pemimpin Bali jika tidak bisa selesaikan masalah yang sebenarnya mudah. Orang Bali sudah cerdas dan kita beri kesempatan.”ungkap Gusti Wedakarna. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *