Nasionalis – Kementerian Dalam Negeri RI Menyaksikan Penyerahan Penghargaan Kepada Senator RI, Dr. Arya Wedakarna ( President The Sukarno Center ) Disaksikan Oleh Guruh Sukarno Putra Dan Sukmawati Sukarno Putri Di Kantor Gubernur DKI Jakarta

THE SUKARNO CENTER GELAR HERITAGE LIST DI PROVIINSI DKI JAKARTA

Perjuangan tanpa lelah dari sosok pemimpin Bali yang kini Senator RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya diganjar oleh penghargaan dari Menteri Dalam Negeri RI, Cahyo Kumolo. Penghargaan atas dasar dedikasi akan nilai – nilai kebangsaan dan pelestarian ajaran – ajaran Bung Karno diserahkan disela – sela acara The President Sukarno Heritage List 2017 di Provinsi DKI Jakarta. Tampak hadir : Sukmawati Sukarno Putri ( Ketua Dewan Pembina The Sukarno Center ), Guruh Sukarno Putra ( Ketua Yayasan Bung Karno / Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ), Djarot Saiful Hidayat ( Gubernur DKI Jakarta ), Menteri Dalam Negeri RI serta 14 Duta Besar Negara Sahabat yakni Dubes Singapore, Venezuela, Nigeria, Bangladesh, China, Mesir, Kuba, Serbia, Irak, Hungaria, Algeria, Torocco, Pakistan dan Panama. Acara berlangsung di Balai Kota Jakarta dan berlangsung dengan meriah termasuk dihadiri oleh penerima Sertifikat Heritage List.  Kebanggaan akan penghargaan ini disampaikan oleh Senator RI Dr. Arya Wedakarna yang menyampaikan bahwa The Sukarno Center sebagai lembaga internasional yang didirikan di Tampaksiring memiliki tujuan untuk mempercepat revolusi mental dari bangsa Indonesia, khususnya generasi muda bangsa agar ajaran – ajaran Sukarnoisme dan Marhaenisme senantiasa lestari tidak saja di Indonesia, tapi juga dikenal di 109 negara Asia – Afrika. “ The Sukarno Center sebagai lembaga ilmiah, saat ini tengah mengumpulkan data dari 34 Provinsi terkait dengan jejak – jejak Bung Karno. Kita target 2020 akan tuntas seluruhnya mengingat saat ini Sukarno Heritage masih tersebar secara sporadis. Nantinya Ensiklopedi Sukarno ini akan diterjemahkan ke 6 bahasa PBB yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, China dan Arab. Ini akan menjadi sebuah milestone agar ajaran Tri Sakti kembali diperkenalkan oleh dunia. Kita gunakan murni metode penelitian akademis” ungkap Gusti Wedakarna yang Presiden The Sukarno Center. Pujian atas kerjakeras sosok muda Bali ini juga diungkap oleh Sukmawati Sukarno, “ Bangsa ini beruntung memiliki sosok seperti saudara seperjuangan saya yakni Arya Wedakarna. Ia begitu gigih berjuang untuk Bung Karno. Keluarga Shri Wedastera Suyasa di Bali adalah pelaku sejarah PNI dan old family yang merupakan pendiri dari simbol – simbol bangsa di Bali bersama Bung Karno. Saya senang, kini putra putri dari sahabat Bung Karno, Shri Wedastera Suyasa sudah banyak mendirikan museum di Bali, baik The Sukarno Center di Gianyar, Perpustakaan Agung Bung Karno di Renon, Bung Karno memorial library di Jembrana dan kini sedang membangun Taman Proklamasi di Niti Mandala Renon. Saya juga merestui pembangunan Museum PNI di Mendoyo Jembrana serta Pusat Kajian Ida Ayu Nyoman Rai Srimben di Buleleng yang akan dibangun Sukarno Center. Sungguh bangga bahwa dari Bali  justru nilai – nilai Bung  Karno Bangkit. Semoga Pancasila  tetap berjaya. Dan kepada Sdr. Arya Wedakarna saya ucapkan terimakasih. “ungkap Sukmawati Sukarno Putri. Iapun berharap agar dipemerintahan Presiden Joko Widodo ini, cita – cita revolusi mental agar terus digelorakan, khususnya kesempatan bagi kaum nasionalis PNI dan Sukarnois agar bisa menuntaskan sejarah Bung Karno yang selama ini dibelokkan. “ Kita bersyukur Tuhan memberikan sosok Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin bangsa ini. Diera beliau, kita berharap agar Pancasila benar – benar menemukan roh nya. Beliau sudah menetapkan hari Pancasila sebagai hari Nasional, juga komitmen memberantas ormas radikal dan yang paling penting beliau komit membangun karakter bangsa. Kita harus dukung pemerintahan Joko Widodo sampai tuntas 2019 dan berlanjut lagi hingga 2024. Kaum Nasionalis harus bersatu padu”.ungkap Sukmawati Sukarno Putri. Adapun penerima heritage list tahun 2017 DKI Jakarta yakni : Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Monumen Patung Dirgantara, Wisma Nusantara, Gelora Bung Karno, Gedung DPR dan MPR, Pusat Perbelanjaan Sarinah, Monumen Selamat Datang, Masjid Al –Riadh, Tugu Proklamasi, Gedung Joeang 45, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Nasional Indonesia, Museum Fatahillah, Istana Merdeka, Hotel Indonesia. Sebelumnya acara yang sama telah digelar sejak tahun 2010 disejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. ( humas )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *