NASIONALIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Berpidato Dihadapan Ribuan Pelajar Denpasar di Bajra Shandi Renon

WEDAKARNA MINTA PEMUDA AKTIF BELA BALI DI MEDSOS

Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta kepada pemuda di Bali khususnya kalangan adat, agar memiliki sense of intelligence dan memperbanyak jaringan guna menangkal adanya sel – sel Radikalisme Agama di Bali dan membantu Negara dalam memberangus ormas – ormas berbau agama yang beraliran radikal, terlebih Presiden  Joko Widodo telah mengeluarkan Perpu No.02/2017 tentang Ormas. Hal ini disampaikan oleh Senator  RI Arya Wedakarna dihadapan peserta Diskusi Kemerdekaan Dalam Kebhinnekaan yang digelar Aliansi Pemuda Bali. Tampak hadir pula pembicara dari Polda Bali, TNI dan FKUB. Dalam pemaparannya Senator Wedakarna menggarisbawahi bahwa gerakan menolak radikalisme tidak semata merupakan pekerjaan dari kaum minoritas, tapi juga ia menuntut kaum mayoritas di Indonesia untuk ikut bersuara dan tidak memakai standar ganda dalam membela Pancasila, pasalnya ia menilai bahwa gerakan melawan radikalisme tidak dilaksanakan sepenuh hati oleh sejumlah komponen di Indonesia. “ Saya menilai bahwa gerakan melawan radikalisme agama dan penolakan terhadap ide Khilafah atau Islamic State di Indonesia selama ini banyak disuarakan oleh komponen minoritas. Baik itu minoritas suku, agama, kelompok dan juga penggiat nasionalis. Saya perhatikan justru pihak mayoritas di Indonesia ini masih belum banyak berbuat, belum bersikap dan bahkan ada standar ganda. Syukur sekali Negara intervensi dengan mengeluarkan Perpu 02/2017 yang menjadi pintu masuk pembubaran Hisbut Tahrir serta ormas ormas lainnya. Jadi bisa dibayangkan kalau tidak ada TNI, tidak ada Polri, dan tidak ada Presiden Joko Widodo, bisa dipastikan Pancasila ini dalam kondisi darurat. Saya minta presiden jalan terus, memang untuk mempertahankan Pancasila harus perlu ketegasan. TNI dan Polri juga bisa tegas kan karena visi Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Makanya saya dorong TNI agar masuk Revisi UU Terorisme. TNI harus turun gunung untuk menjaga ideologi Pancasila. Dan dorongan itu akan sangat kuat jika Bali terus bersuara. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta kepada anak muda Bali yang juga mayoritas sebagai krama adat Hindu, agar bisa menjadi intelijen bagi wilayahnya baik disekolah, dikampus maupun didesa masing – masing. “Aturannya jelas ada UU ITE, ada UU Pidana dan mari setiap orang Bali harus mulai waspada dengan orang asing. Orang asing itu tamiu, dauh tukad, pendatang, termasuk orang dari mancanegara. Jika ada teman anda yang anti tolerans, fanatik berlebihan, kerap berbicara hate speech atau memprovokasi ya saya minta agar dilaporkan.  Kultur curiga dan waspada harus diiingatkan terus karena Bali terus menjadi sasaran. Apalagi dari info intelijen bahwa ada ratusan sel – sel radikal di Bali yang cukup berbahaya terutama didesa – desa yang minim masyarakat adatnya. Itu harus dipetakan saat ini. Dan mulai sekarang anak muda Bali harus maju perangi berita hoax, bela Bali dari pelecehan dan diskriminasi mengatasnamakan mayoritas dan Bali harus menjadi garda terdepan sifat – sifat Pancasilais. “ungkap Gusti Wedakarna usai acara Aliansi Pemuda Bali di Bajra Shandi. Kedepan Gusti Wedakarna meminta agar pemuda – pemuda Bali semakin berdaulat dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. “ Jangan lengah, harus berani tampil berdebat, argumentative dan mainkan strategi bertahan. Jiwa puputan harus digelorakan kembali. Jangan sampai Indonesia ini berubah menjadi Negara agama dan kita akan bereskan hal – hal kecil yang terjadi di Bali. Syukurlah sejak 3 tahun terakhir ini, orang Bali sangat produktif di Medsos. Semangat mabela pati orang Bali sangat tinggi. Ini bagus karena cinta identitas ”ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *