Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, MWS III dan I Putu Suka Adha, I Made Rania Adnyana, SE, MM (Bendahara), Ni Made Suryawati, ST, MM (GM) beserta Ni Nyoman Antini

AUDENSI PENGURUS KOPERASI KUBU GUNUNG TEGALJAYA DI MANCAWARNA TAMPAKSIRING

KAUM MARHAEN memang harus diperhatikan lebih khusus karena kaum-kaum Marhaen dari zaman Presiden pertama Republik Indonesia sudah diprioritaskan dan ada saja hambatan-hambatan yang menghalangi dan membuat kaum marhaen tidak kunjung sejahtera juga dan masih banyak kaum Marhaen yang bisa dikatakan belum mendapatkan kesajahteraan itu sendiri. Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna selaku anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang mana sebagai Doktor termuda yang berasal dari Bali tersebut dan juga sebagai Sukarnoisme yang mempunyai ambisi untuk selalu mendukung kaum Marhaen karena Senator Arya Wedakarna mempunyai prinsip untuk selalu membela rakyatnya guna mensejahterakan masyarakat Bali dan menyambung lidah rakyat karena sebagai Sukarnoisme Arya Wedakarna merasa mempunyai tugas untuk rakyat Bali. Dan program dari Koperasi yang mana terfokus pengembangan pertanian Arya Wedakarna sangat mengapresiasi atas program tersebut karena pro kaum Marhaen. “ Saya sangat apresiasi dengan gerakan semacam ini karena memang butuh lembaga keuangan yang memprioritaskan kaum-kaum Marhaen, karena kalau masyarakat kita sejahtera pastinya masalah ini akan berkurang dan pendidikan pun akan maju karena masyarakat kita sejahtera, dan saya juga sebagai anggota DPD RI yang membidangi kesra dan ekonomi kreatif sangat mendukung koperasi – koperasi yang mendukung dan memprioritaskan masyarakat Marhaen, “ungkap Arya Wedakarna. Ia pun menyampaikan kepada pengurus koperasi untuk selalu teguh dengan pendirian dan pro terhadap kaum marhaen karena merupakan tugas bersama masyarakat Bali untuk mensejahterakan rakyat yang masih belum menemukan kesejahteraan sehingga nantinya lembaga-lembaga keuangan bisa selalu bersinergi untuk masyarakat. “ Untuk menghindari kredit macet, saya harapkan juga supaya lebih teliti dan hati-hati didalam pengelolan keuangan, karena banyak di Indonesia koperasi yang ditutup karena kredit macet dan bermacam-macam permasalahan, sehingga disini saya juga menyarankan kepada semeton – semeton koperasi yang khususnya dari Bali untuk selalu berpegang teguh dengan prinsip karmapala karena dengan menanamkan prinsip ini saya yakin deh Koperasi ini akan maju dan bisa mensejahterakan masyarakat Bali. “ pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *