Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menerima Kunjungan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar

SENATOR DPD RI KOMITE III BIDANG PARIWISATA TERIMA AUDENSI DINAS PARIWISATA NUSA TENGGARA TIMUR DI ISTANA MANCAWARNA

Senator DPD / MPR RI Komite III bidang Pariwisata Dr. Arya Wedakarna menerima kunjungan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dihadiri oleh Rence R. Liu, SE, M. EC. Dev (Bendahara Dinas Pariwisata NTT), Delis H. Wali (Adwindo), Roy O. Bulan, SE di Istana Mancawarna / The Sukarno Center Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar. Pertemuan tersebut membahas perihal kesiapan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan ajang tahunan yang sangat bergengsi bagi kalangan anak muda insan pariwisata yaitu Pemilihan Duta Wisata Indonesia (PDWI) yang pada tahun lalu diselenggarakan di Papua dan tahun ini akan dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan mengusung tema “Komodo Nusantara” pihak dinas Pariwisata NTT sudah menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan acara tersebut dan sudah melakukan banyak persiapan pada jauh hari untuk penyelenggaraan acara tersebut. PDWI ini sendiri adalah ajang pemilihan Duta Wisata yang diikuti masing – masing peserta dari perwakilan – perwakilan dari provinsi yang ada di Indonesia yang setiap tahunnya diselenggarakan didaerah yang berbeda – beda. Dalam pertemuan tersebut Dr. Arya Wedakarna menjelaskan,” PDWI ini adalah ajang yang sangat bergengsi bagi insan pariwisata khususnya kalangan anak muda, karena untuk menjadi seorang duta wisata tidak hanya dibutuhkan paras yang cantik / ganteng tetapi harus memiliki wawasan yang luas tidak hanya pariwisata tetapi juga diperlukan penguasaan bahasa asing dan tentunya memiliki etika juga kepribadian yang baik. Duta wisata ini nantinya diharapkan dapat memperkenalkan dan mempromosikan wisata juga potensi wisata yang di miliki oleh daerah – daerah yang terletak di berbagai provinsi khususnya daerah tempay asal dimana duta wisata itu sendiri nantinya. Kita beruntung sebagai warga negara Indonesia yang memiliki keindahan alam yang luar biasa, sekarang tingaal bagaimana kita mengelola itu semua, bagaimana kita dapat melayani para wisatawan lokal maupun mancanegara saat datang jauh – jauh untuk menikmata alam Indonesia. Seperti Nusa Tenggara Timur saja, banyak tempat objek wisata yang sudah terkenal dan mendunia seperti Pulau Komodo, Pulau Alor, Rinca,  Kepulauan Rote, Atambua dan  Labuhan Bajo yang saat ini juga masuk kedalam program Pemerintah untuk membuat 10 Bali baru untuk destinasi wisata bersama dengan objek wisata lainnya.Tetapi masih banyak lagi objek wisata yang ada di NTT yang masih perlu untuk diperkenalkan dan dipromosikan seperti kota Wakaikabubak Sumba Barat, Kota Wangaiapu Sumba Timur, Lomblen, Reo Manggarai dan banyak lainnya. Tidak hanya keindahan alam seperti laut dan hamparan gunung NTT juga memiliki wisata sejarah yaitu jejak – jejak seorang bapak Pendiri Bangsa yang saat itu pernah di asingkan ke Ende Flores Nusa Tenggara Timur, disana ada tempat bersejarah dimana tempat tersebut merupakan tempat dimana bung Karno pernah diasingkan. Selama kurang lebih empat tahun periode (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938) bung Karno diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Pada saat itu Pemerintah Hindia Belanda sangat ketat membatasi pergaulan Bung Karno dengan masyarakat setempat, khususnya masyarakat kalangan atas. Setiap hari Soekarno harus melapor ke pos militer Belanda di Ende Utara yang kini menjadi Kantor Detasemen Polisi Militer IX / I, disana jugalah Bung Karno merenungkan Pancasila yang menjadi dasar kehidupan bernegara Indonesia sampai saat ini. Hal demikianlah yang dapat menjadi PR ataupun tanggung jawab seorang duta wisata nantinya kedepan,” Jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *