Satyagraha – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Bendesa dan Prajuru Adat Pura Gunung Kawi di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar 

KEMBALI BERIKAN BANTUAN KE PURA GUNUNG KAWI DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING 

Usai berjuang mengawal pengajuan permohonan masyarakat Tampaksiring Gianyar di Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini Dirjen Binmas Hindu terkait dengan bantuan seperangkat Gamelan Gong  yang diperuntukkan untuk Pura Gunung Kawi dan meninjau hasil realisasi atas pengadaan Gong tersebut, walaupun tidak sedemikian lengkap dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Kini guna melengkapi perangkat Gong tersebut Gusti Wedakarna  memberikan punia kepada Pura Gunung Kawi guna melengkapi kekurangan pada perangkat Gong tersebut. Hal tersebut ia lakukan saat menerima kedatangan Bendesa Pura Gunung Kawi beserta Prajuru Adat di Istana Mancawarna Tampaksiring. Dalam kesempatan tersebut didampingi I Wayan Sukartono, Bendesa Pura Gunung Kawi ( I Wayan Lelos ) menerima langsung punia yang diserahkan oleh Gusti Wedakarna. “Bantuan ini merupakan hasil gaji yang tiang sisihkan untuk leluhur tiang, ini merupakan cita-cita tiang untuk dapat berkontribusi dan mengingat rekam jejak peninggalan yang dimiliki leluhur. Apalagi Pura Gunung Kawi merupakan tempat perabuan dari Raja Udayana yang merupakan suami dari Ibu Ratu Mahendradatta dan tiang berharap dengan Gong tersebut nantinya dapat menjadi magnet dan simbol bagi kedigjayaan dan kebangkitan Majapahit kedepan.” Kata Gusti Wedakarna. Lebih lanjut, ia mengatakan “bahwa sudah sepantasnya seluruh komponen masyarakat Bali Khususnya Pemerintah Daerah ikut memberikan kontribusi dan juga perhatian yang serius bagi keberadaan Pura Gunung Kawi. Banyak sejarah yang Bali kini kian tersisih akibat globalisasi, termasuk keberadaan Pura Gunung Kawi yang tanpa sadar kalangan masyarakat kita sedikit demi sedikit telah kehilangan jti dirinya dengan melupakan sejarah panjang yang dimiliki Bali. Kita bisa lihat, bagaimana mungkin Pura Gunung Kawi yang memiliki sejarah panjang bisa dilupakan masyarakat. Sedikit kita refleksi, mulai dari tempat dimana perabuan Raja Udayana hingga Bung Karno yang dulunya mendapatkan Tongkat Komando di Pura Gunung Kawi, bahkan saat ini  dunia melalui UNESCO sendiri juga telah mengakui keberadaan Pura Gunung Kawi sebagai simbol warisan dunia. Tentu kita semua sebagai warih yang mengaku dan kerap membanggakan Bali dan kehebatan leluhurnya malah lupa untuk mengingat petilasan leluhur kita Raja Udayana yang nyata-nyata memiliki nama besar di Bali hingga namanya dijadikan nama setiap Lembaga Pemerintah di Bali.” Ungkap Gusti Wedakarna yang merupakan President The Sukarno Center Tampaksiring. Dirinya mengingatkan bahwa sudah saatnya pemimpin Bali dan Pemuda yang merupakan simbol kekuatan negara, agar mulai menggali dan menjaga seluruh sejarah-sejarah yang ada di Bali dan menjaga peninggalan leluhur seperti apa yang juga sering disampaikan Bung Karno ( JAS MERAH) sehingga tidak luntur dan tidak lagi terjadi pembelokkan sejarah seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya terjadi beberapa tempat di Indonesia. “ Setelah menggali jejak Ibu Ratu Mahendradatta, “ Saya pastikan sejarah Raja Udayana tidak akan luntur.” Saya akan meminta kepada pelaku akademisi untuk meneliti rangkaian petilesan sejarah yang ada di Bali khususnya Pura Gunung Kawi, dimana Pura Gunung Kawi merupakan salah satu bukti dan simbol dari kejayaan Raja Udayana yang juga bagian dari cikal bakal Majapahit. “Pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *