FATMAWATI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prameswari Ida Ayu Supari di Bengkulu

WEDAKARNA HADIRI PENGAWASAN UU GURU DOSEN DI BENGKULU

Pendataan jejak jejak Presiden Sukarno ( The President Sukarno Heritage List ) kembali dilaksanakan oleh The Sukarno Center Tampaksiring. Setelah mendokumentasikan jejak jejak Bung Karno disejumlah provinsi, kini Provinsi Bengkulu yang merupakan provinsi dengan jejak Bung  Karno terpenting secara resmi masuk ke list data Ensiklopedi Bung Karno yang digagas The Sukarno Center. Penyerahan Sertifikat TPSHL ini langsung disampaikan oleh Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III di Rumah Kelahiran Ibu Fatmawati Sukarno dikota Bengkulu. “Dalam sejarah bangsa, peran Ibu Fatmawati sebagai seorang istri Bung Karno dan juga sebagai ibu negara pertama Republik Indonesia sangat signifikan dalam menonjolkan nilai nilai wanita Indonesia. Ibu Fatmawati adalah bukan hanya seorang penjahit bendera pusaka Merah Putih, tapi Ibu Fatmawati dikenang sebagai figur setia pendamping Bung Karno. Beliau adalah teladan bagi wanita Indonesia. Anak muda bangsa harus banyak belajar tentang peran Ibu Fatmawati.”ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga menambahkan bahwa kedatangannya adalah untuk menindaklanjuti kunjungan Ibu Sukmawati Sukarno Putri ( Ketua Dewan Pembina The Sukarno Center ) yang beberapa waktu lalu datang ke Bengkulu. “Saya hari ini menyampaikan amanat dari Kanjeng Ibu Sukmawati Sukarno untuk menyerahkan Heritage List Certificate ini ke Bengkulu. Kita berterimakasih karena situs – situs Bung Karno baik situs rumah pengasingan Bung Karno, rumah, rumah kelahiran Bung Karno, banteng Marlborough yang menjadi saksi sejarah dialog Bung Karno dengan pimpinan penjajah asing masih terawatt dengan baik. Semoga semua situs ini dapat dipelihara dengan baik. “ungkap Gusti Wedakarna yang President The Sukarno Center ini. Lebih lanjut Dr. Arya Wedakarna meminta kepada pemerintah daerah di Indonesia, untuk dapat merevitalisasi situs situs kebangsaan dan yang  berhubungan dengan revolusi fisik Indonesia dalam program prioritas kedepan. “Pemerintah Provinsi, Kab/kota jangan hanya menunggu bantuan dari APBN untuk reviltalisasi situs bangsa, jika mau dan kreatif sedikit maka pemelihaan situs bisa menjadi objek wisata sejarah. Contoh di Bengkulu ini sudah berhasil sejumlah situs zaman VOC sampai zaman Bung Karno sudah ditata kembali dan saya lihat kunjungan wisata cukup ramai. Mari kita berdayakan potensi kebangsaan kita, sambil mendorong generasi muda Indonesia cinta sejarah. “ungkap Direktur The Marhaenisme Institute. Selain mengunjungi situs bersejarah, kehadiran Senator RI Arya Wedakarna (AWK) ke Bengkulu juga dipenuhi oleh sejumlah agenda, yakni Kunjungan Kerja Komite III Bidang Pendidikan  tentang Pengawasan UU No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen di Kampus Universitas Bengkulu dan meninjau Pura Shanti Muara Dipa Kota Bengkulu dan bertemu sejumlah  tokoh Bali di Bengkulu. (humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *