SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pimpinan Ponpes dan Pnegurus DPC Ansor Denpasar di The Sukarno Center

SENATOR RI TERIMA AUDIENSI DPC ANSOR DI ISTANA MANCAWARNA       

Tokoh Hindu Indonesia yang juga Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menerima audiensi dari Pengurus DPC Ansor Kota Denpasar ditemani tokoh Islam Bali, Gus Yadi ( Pimpinan Pondok Pesantren Soko Guru Abdurahman Wahid III) Istana Mancawarna Tampaksiring.  Kedatangan pemuda NU ini untuk bersilaturahi sekaligus menyampaikan sejumlah program kebangsaan di Bali. Apresiasi atas eksistensi DPC Ansor Kota Denpasar pun disampaikan oleh Shri Arya Wedakarna yang juga sebagai anggota DPD RI Komite III Bidang Pemuda dan Agama. “Dalam sejarah Istana Mancawarna ini, ada dua keluarga Gus Dur yang pernah hadir disini yakni Mba Inayah Wahid dan Bapak Solahuddin Wahid ( Gus Sholah ). Saya jamu beliau makan siang bersama  tokoh lintas agama disini. Saya dengan putri Gus Dur sama sama Foounder Bali International Interfaith Youth Forum.  Kerjasama akan dialog plurarisme dan interfaith harus menjadi agenda besar bagi anak anak muda bangsa. Dan saya berharap kedepan Bali dapat memberikan teladan dari konsepsi toleransi dua arah di Indonesia ini. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator RI juga mendengar sejumlah pemaran tentang adanya kekhawatiran terkait dengan situasi bangsa Indonesia ini yang sangat rentan terkait isu SARA khususnya ditahun tahun politik. “Saya kira tokoh tokoh muda antar agama di Bali harus mampu mendobrak pemikiran dari orang orang tua yang mungkin memiliki pandangan berbeda dalam menyikapi sejumlah persoalan bangsa. Dan itu sebabnya Bung Karno sangat menggandrungi anak muda, sampai sampai menciptakan kalimat yang diingat oleh kaum muda Indonesia yakni Berikan Aku 10 Pemuda Yang Cinta Tanah Air Dan Bangsa, Maka Akan Aku Guncangkan Dunia. Jadi pesan saya kepada saudaraa bahwa organisasi itu bukanlah tujuan, tapi organisasi hanya alat untuk memperjuangkan nilai nilai yang kita yakini. Nama anda harus lebih besar daripada nama organisasi, dan jadilah tokoh bangsa karena NKRI saat ini butuh anak muda yang mampu menjaga Pancasila dari rongrongan kelompok yang akan mendirikan negara agama. Dan peran NU dan Ansor sangat strategis untuk memerangi radikalisme agama. Saya percaya Ansor mampu bersinergi dengan umat Hindu khususnya pemuda pemuda Hindu diseluruh Indonesia karena visi kita sama yakni Pancasila dan NKRI harga mati.”ungkap Shri Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator RI mendukung rencana acara Kemah Kebangsaan Lintas Agama yang akan diadakan dipetilasan Pahlawan Ngurah Rai dalam waktu dekat. “Pesan saya, jadilah tokoh pemuda yang mampu diterima oleh mereka diluar kelompok saudara. Kalau saudara Cuma besar dikomunitas anda saja, maka itu belum maksimal. Tapi jika anda bisa diterima dikalangan Hindu, dikalangan adat Bali, dikalangan komunitas tradisional Bali, baru saya akui itu hebat. Karena menjadi tokoh haruslah mengayomi semua kelompok dan golongan. Kita amati selama ini komunikasi antar agama di Bali hanya baru ditataran seremonial dan belum menyentuh substansi dan seiring waktu kita akan rubah itu. Tapi yang pasti kedepan perubahan akan ada ditangan anak muda. Jangka pendeknya, bantu saya dan juga umat Hindu di Bali memerangi paham paham radikalisme, jadikan Bali sebagai tempat hidupnya Pancasila. Jangan sampai Bom Bali I dan Bom Bali II terjadi lagi . Saya yakin, leluhur orang Bali akan memberikan restu dan jalan pada siapapun yang ikut menjaga Bali. Tiru Bung Karno, seorang tokoh Muslim Indonesia yang sangat hormat pada budaya Bali, dan ia tidak berusaha merubah tradisi Bali yang dijiwai oleh nilai Hindu bahkan saat Bung Karno mendirikan Istana Presiden di Tampaksirng. Mari kia hormati, dimana bumi dipijak disana langit dijunjung. Sukses untuk Ansor. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF – PBB. ( humas )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *