Foto Bersama – Seniman Manuk Dewata di Istana Mancawarna Tampaksiring Gianyar

AUDENSI SENIMAN MANUK DEWATA DESA MANIK MAS GIANYAR DI ISTANA MANCAWARNA TAMPAKSIRING GIANYAR

SATYAGRAHA – Pada kesempatan yang berbahagia di Istana Mancawarna Tampak Siring Gianyar Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selaku Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali yang ada di Komite III yang salah satunya membidangi bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif telah menerima seniman Manuk Dewata asal Desa Manik  Mas Gianyar yakni I Kadek Putra yang di damping oleh rekannya I Gede Pandita (Pengurus Desa Adat Manik Mas), pada kesempatan itu seniman Manuk Dewata menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gusti Wedakaran MWS III yang telah menerima dirinya di Istana Mancawarna Tampaksiring itu, menurutnya tempat yang ia datangi sangat luar biasa, penuh dengan senasi Dr. Ir. Sukarno sebagai Priseden pertama Republik Indonesia. Ia juga sampaikan pujian kepada Shri Gusti Wedakarna yang sudah berjuang untuk mempertahankan peninggalan sejarah sang Proklamator Republik Indonesia. Sambutnya juga ia sampaikan sebagai President Of The Sukarno Center mengucapkan selamat datang di Istana Mancawara Tampak Siring. Pada kesempatan yang berbahagia itupun Seniman Manuk Dewata telah membawakan hasil karyanya untuk diserahkan kepada Shri Gusti Wedakarna yang merupakan pencinta barang antik dan juga kesenian itu, ia pun sangat berterima kasih karena hasil karya seninya telah di beli oleh sosok pemimpin Bali yang karismatik itu, ia juga berharap kedepannya dengan apresiasi maupun dukungan yang diberikan kepada dirinya untuk terus berkarya itu menjadi sebuah semangat yang luar biasa untuk mempertahankan budaya Bali. Pada kesemepatan itupun Shri Gusti Wedakarna MWS III memberikan semangat untuk menjaga kesenian Bali khsusunya di kesenian Manuk Dewata, karena menurutnya secara filosofis Manuk Dewata adalah wahana sang Atman menuju alam Swah Loka agar perjalanannya lancar tanpa hambatan. Burung Cendrawasih sendiri dalam mitologi Hindu Bali dianggap sebagai burungnya para dewa atau disebut Manuk Dewata. Sehingga ia menyarankan agar tetap menjaga kesenian Manuk Dewata, dan ia juga mengajak anak muda Bali yang mempunyai jiwa kesenian untuk mempertahankan Budaya Bali.,’’Saya puji hasil karya yang luar biasa ini, harapan Saya kedepannya anak muda Bali harus bisa mempertahankan seni Manuk Dewata ini, karena di Bali untuk upacara Manusia Yadnya yang tidak boleh dihilangkan secara norma agama maupun filosofis ialah Manuk Dewata ini, jadi saya berpesan agar jaga budaya kita dan jaga kualitas hasil seni dari seniman Bali,’’ungkapnya saat menerima seniman asal Bali. Di akhir ia juga menyarankan kepada seluruh seniman asal Bali agar bisa menurunkan keahliannya kepada generasi muda Bali, minimal kepada anak cucunya, karena kalau SDM tidak di persiapkan dari sekarang nanti seniman-seniman Bali bisa menyusut. Tak lupa juga ia menyarankan agar anak muda Bali saat ini jangan sampai lupa dengan jati diri pulau Bali yang dikenal dengan kebudayaanya. Ia pun juga puji kualitas yang telah di hasilkan oleh seniman asal Bali itu, menurutnya sangat jarang orang bisa membuat hasil karya yang luar biasa itu, dan ia menyampaikan juga harus bangga dengan leluhur kita khsusunya di Bali ini, karena berkat warisan leluhur kita bisa mewarisi keahlian para pendahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *