ISTANA – Guruh Sukarno, Sukmawati Sukarno, Halida Hatta, Gusti Ayu Menur, Gus Marhaen, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Turah Wira Weda,  Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi dan rombongan di Istana Merdeka Jakarta

PRESIDEN TERIMA YBK, YKBK DAN THE SUKARNO CENTER DI ISTANA MERDEKA

Presiden RI Ir Joko Widodo berkenan menerima pengurus Yayasan Kepustakaan Bung Karno Jakarta ( YBK ), Yayasan Kepustakaan Bung Karno Bali ( YKBK ) dan The Sukarno Tampaksiring di Istana Merdeka Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir Guruh Sukarno Putra (Ketua Umum YBK ), Sukmawati Sukarno Putri (Penggagas Taman Proklamator Renon Denpasar ), Halida Hatta ( Putri Proklamator Bung Hatta ),  Gusti Ayu Menur ( YBK ), Gus Marhaen ( Ketua Umum YKBK Bali ), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center Tampaksiring / Senator DPD RI ), Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS,SE,MM ( Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P ), Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS,S.Sos,SH,MH ( Ketua Umum Yayasan Unmar ) dan sejumlah pengurus lainnya. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup di Ruang Pertemuan Istana Merdeka Jakarta, Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Pramono Anung ( Sekretaris Kabinet ) dan pejabat lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Ibu Sukmawati Sukarno Putri mewakili Keluarga Bung Karno membuka pertemuan dengan menyampaikan maksud dan  tujuan, khususnya terkait dengan rencana pembanguan sejumlah simbol simbol Bung Karno di Jakarta dan Bali. “Saya mengapresiasi perhatian dari Presiden RI yang sudah berkenan menerima tim Jakarta dan tim Bali. Semoga apa yang dicita citakan oleh bangsa Indonesia yakni membangun simbol Bung Karno menjadi kenyataan. Dan kami memohon perhatian dari Presiden terkait baik program dari YBK Jakarta dan juga YKBK serta The Sukarno Center di Bali. “ungkap Sukmawati Sukarno Putri. Dalam kesempatan itu delegasi dari Bali menyampaikan kepada Presiden RI serangkaian rencana peresmian Taman Proklamasi Niti Mandala Renon serta rencana – rencana lainnya. Ditemui usai pertemuan di Istana Merdeka, Dr. Arya Wedakarna yang turut hadir dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Joko Widodo. “Sejak era reformasi ini, baru Presiden Jokowi yang secara maksimal memberikan perhatian kepada simbol simbol Bung Karno. Salah satunya adalah munculnya Keppres No.24 Tahun 2016 tentang hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. Selain itu, dalam visi dan misi pemerintahan Jokowi, selalu mengingatkan sejumlah program revolusioner Bung Karno, seperti program Revolusi Mental, Tri Sakti, dan Kabinet Kerja. Memang begitu seharusnya pemimpin, menjadikan ajaran founding father sebagai pedoman dalam berjuang. Secara kelembagaan The Sukarno Center sangat  berkepentingan agar Presiden  Joko Widodo diberi kesempatan untuk memimpin bangsa ini lagi pada 2019 – 2024 dengan harapan sejumlah program Sukarnois berjalan dengan baik. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam catatan sejarah, Bapak Joko Widodo sudah hadir  ke situs Bung Karno di Bali yang didirikan oleh keluarga Shri Wedastera Suyasa yakni di  Istana Mancawarna Tampaksiring ( The Sukarno Center ), dan Perpustakaan Agung  Bung Karno Renon Denpasar. Bahkan Museum Bung Karno di Renon telah diresmikan oleh Megawati Sukarno Putri ( Presiden Ke-5 RI ) Dan dalam waktu dekat, pihak YKBK akan mengundang Presiden RI untuk hadir di Taman Proklamasi di Niti Mandala Renon. “Taman Proklamasi ini akan menyimpan sejumlah benda bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno. Kita ingin Bali menjadi teladan dalam hal menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Terimakasih bapak Presiden atas perhatian yang diberikan. “ungkap Gus Marhaen usai pertemuan. ( humas )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *