SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Wayan Koster  ( Calon Gubernur Bali dari PDIP ) dan Istri dan Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi ( Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Jembrana dari Fraksi PDIP ) di Istana Mancawarna Tampaksiring

DUA PEMILIK SUARA TERTINGGI PEMILU BERTEMU DI ISTANA MANCAWARNA

Istana Mancawarna Tampaksiring menjadi simbol tempat yang selalu dihampiri oleh orang orang besar dinegeri ini. Istana yang dimiliki oleh Puri Tegeh Kori Badung yang kini didedikasikan menjadi The Sukarno Center Tampaksiring. Sejumlah pemimpin dunia telah hadir di The Sukarno Center ditempat yang didirikan oleh putra Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini, diantaranya, Tushar Arun Gandhi ( Cucu Mahatma Gandhi ), Princess Norodom Arunrasmy ( Putri Kerajaan Kamboja ), kurang lebih 30 pimpinan negara asing dari seluruh dunia, termasuk banyak Duta Besar negara negara sahabat Indonesia. Didalam negeri, Presiden Joko Widodo, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pun hadir di Istana Mancawarna Tampaksiring ini, belum lagi sejumlah Menteri Kabinet silih berganti hadir. Ini menunjukkan bahwa taksu dari Istana Mancawarna Tampaksiring telah membawa orang – orang berpengaruh untuk hadir bersatu dengan vibrasi Tampaksiring sebagai tanah sakral Indonesia. Tak terkecuali, saat Istana Mancawarna Tampaksiring didatangi oleh Dr. I Wayan Koster berserta Istri disela – sela karya Puri Tegeh Kori beberapa waktu lalu.. Disambut langsung oleh Shri Arya Wedakarna yang didampingi oleh adinda I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS,SE,MM ( Pradana Puri yang anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI-P) serta keluarga besar. Apresiasi atas kehadiran Dr. Wayan Koster disampaikan langsung oleh Shri Arya Wedakarna. “Ini adalah pertemuan kami pertama sejak pak Wayan menjadi Cagub dari PDIP. Saya mengapresiasi beliau mau hadir, ini menunjukkan sikap kenegarawanan beliau, buktinya mau hadir walau yang ditemui jauh beda usianya lebih muda. Ini patut jadi teladan, bahwa jadi pemimpin jangan bersikap eksklusif. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun memberikan pesan – pesan kepada Wayan Koster disela – sela jamuan, bahwa dirinya harus percaya diri menghadapi perhelatan laga Pilgub Bali dan mengabaikan tantangan yang ada baik internal dan eksternal. “Pak Koster harus sabar seperti Bung Karno. Walau saya nilai diinternal partai banyak yang parkir atau kecewa saat tidak dapat rekomendasi, tapi tetap saja percaya diri dan maju teruslah. Begitu juga Pak Koster harus waspada dengan banyak oknum yang merapat, mendekat dan pura pura baik hanya menjelang Pilgub ini, karena jika tidak diatur maka akan mudah dijatuhkan sebagaimana yang dilakukan oleh Brutus.  Jadikan pelajaran bagaimana Bung Karno jatuh bangun karena politik. Yang jelas saya minta pak Koster agar berpihak pada rakyat. Rakyat tidak pernah pergi jika diperhatikan, tapi elit politik bisa datang dan pergi kapanpun juga sesuai dengan keinginan mereka.  Prinsipnya fokus bekerja, dan abaikan haters serta lawan politik. Energi kita harus selalu positif. Manut pada garis partai, pasti sukses. Tiru Pak Jokowi, beliau selalu humble, sederhana dan manut. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga dikenal publik Senator DPD RI ini. Lalu bagaimana respon Wedakarna terkait Cok Ace yang jadi pasangan Koster ? “Cok Ace orang baik. Dulu saat beliau Bupati Gianyar, ditangan beliaulah jalan didepan Istana ini menjadi jalan Dr. Ir. Sukarno menggantikan jalan Astina yang panjangnya 8,5 Km. Beliau juga yang hadir saat peresmian The Sukarno Center. Cok Ace tipe pemimpin yang tidak suka bohong. Secara kekerabatan, Puri Ubud dan Puri Peliatan Ubud adalah terdepan dalam membela perjuangan tiang dibidang agama Hindu dan budaya. Apalagi Cok Ace sangat dekat dengan Ibu Sukmawati Sukarno Putri ( Ketum DPP PNI Marhaenisme ). Tiang kira pertemuan ini positif dan menjanjikan.  “ungkap Gusti Wedakarna. Diakhir acara, Shri Arya Wedakarna mempersilahkan Wayan Koster untuk berdoa dialtar Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan dan juga di Kamar Suci Bung Karno, dan menyerahkan sepucuk Keris Kuningan Majapahit asal Trowulan kepada Wayan Koster. “Tadi saat kami berbicara dengan Bapak Wayan, pemangku Istana membisiki tiang bahwa diatas Daksina dialtar Bung Karno, telah muncul keris secara tiba – tiba. Jadi tiang serahkan saja, mungkin ini hak beliau. Tiang anggap “bekel” jika beliau nanti berhasil menjadi Gubernur Bali. Saya yakin Paduka Bung Karno juga memberi restu “ungkap Shri Arya Wedakarna. Tentu saja pertemuan dua peraih suara terbanyak di Pemilu 2014 yakni Wedakarna ( 178.934 suara ) dan Wayan Koster ( 260.342 suara) ini menjadi sinyal positif bagi perjuangan Satu Jalur, walau belum ada sikap resmi dari Wedakarna. ( humas )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *